Halaman

Selasa, 19 November 2013

Kalimat Efektif

(Dita Nur Intan Putri - 121111188 - 3KA32)

Pada penulisan berita disebuah majalah, tentu saja setiap penulis harus memperhatikan setiap kata yang ia gunakan. Saat ini saya akan memberikan contoh salah satu majalah yang masih menggunakan kata-kata tidak efektif. Contohnya seperti pada gambar dibawah ini:


Contoh gambar diatas saya ambil dari sebuah majalah online, yaitu http://hai-online.com/.
artikel tersebut adalah artikel mengenai Artis Music Country katy Perry yang akan segera launching single terbarunya.

Jika diperhatikan, ada kata atau kalimat yang kurang efektif:

'Cewek berusia 29' : Sepertinya jika dibaca lebih seksama, kata 'Cewek' disini kurang efektif. Yang lebih efektif menggunakan kata Perempuan atau  Wanita.

'rute yang berbeda' : maksud dari kata-kata ini adalah katy perry akan mengambil jalan yang berbeda untuk video klip single terbarunya. Dimana dia akan mengambil langkah baru atau ide baru yang akan dia kembangkan dalam pembuatan video klip single terbarunya.

'metafora' : mungkin terdengar sedikit lucu jika dalam sebuah lingkungan musik ada kata metafora. Tapi disini katy bermaksud mengatakan dia ingin membuat suatu perbandingan antara dunia nyata dan pikiran. Metafora adalah salah satu majas dalam Bahasa Indonesia, dan juga berbagai bahasa lainnya. Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogi.

Demikian penjelasan kalimat efektif dari saya. Jika masih ada salah mohon dimaafkan. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Minggu, 20 Oktober 2013

Gaya Bahasa Vicky Prasetyo

(Dita Nur Intan Putri - 12111188 - 3KA32)

Kapanlagi.com - Mantan tunangan Zaskia Shinta, Hendriyanto alias Vicky Prasetyo memiliki gaya bahasa yang ngawur dengan tata bahasa yang acak-acakan. Hal itu terekam kamera dalam wawancara di Hotel Kempinski Jakarta Pusat, Minggu (1/9) malam, di acara pertunangan Zaskia Shinta.
Setelah kedok Vicky yang kerap merayu penyanyi dangdut terungkap, dan kini pria itu harus mendekam di penjara karena diciduk kejaksaan, nama Vicky kembali mencuat karena gaya bicaranya.
Vicky yang kerap menggunakan kata-kata sok 'intelek', malah menciptakan kata-kata yang terdengar lucu. Yuk intip sebagian kata-kata aneh yang diciptakannya:

1. Twenty Nine My Age
KapanLagi.com - Vicky cenderung menyisipkan kata dalam bahasa Inggris dan mengucapkannya dengan penuh percaya diri. Mungkin karena hal itu, salah satunya Zaskia Shinta sempat terpesona. Namun jika ditilik, baik pengucapan maupun grammar yang digunakannya salah kaprah.
Berikut transkrip percakapan Vicky dalam wawancara tersebut:
Di usiaku saat ini, ya twenty nine my age, tapi aku masih merindukan apresiasi, karena basically aku seneng music walau kontroversi hatiku lebih menunjukkan konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya.
Ya kita belajar pada harmonisisasi pada hal yang terkecil sampai yang terbesar. Aku pikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan mengkudeta apa yang menjadi keinginan.
Dengan hubungan ini bukanna untuk mempertakut bukan mempersuram statutisasi kemakmuran keluarga dia tapi menjadi confident. Kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita lebih baik dan aku sangat bangga.

2. Merindukan Apresiasi
KapanLagi.com - Vicky kerap menggandeng dua kata yang tidak ada hubungannya sama sekali. Merindukan apresiasi merupakan dua kata yang sangat jarang digabung. Tampaknya pria ini memang sedikit "gila"apresiasi.

3. Kontroversi Hati
KapanLagi.com - Kata unik lain yang diciptakan Vicky, kontroversi hati. Sosok Vicky yang kontroversial tampaknya kerap menggunakan kata-kata hati untuk menjerat wanita yang diinginkannya. Dengan bersikap seolah yang dilakukannya dari hati, Vicky tentu mudah mendekati para penyanyi dangdut yang menjadi korbannya.

4. Konspirasi Kemakmuran
KapanLagi.com - Konspirasi adalah hal rumit yang memerlukan persekongkolan banyak pihak. Dengan menggunakan kata ini, Vicky seolah merupakan orang yang cerdas dan berada dalam lingkaran konspirasi. Namun kata kemakmuran yang mencuat setelahnya sungguh tidak terduga. Apakah pria tersebut memang kerap memberikan janji palsu berupa kemakmuran?

5. Harmonisisasi
KapanLagi.com - Fakta unik tentang kata-kata Vicky lainnya adalah, ia seolah tidak peduli jika yang dikatakannya salah. Kata Harmonisasi yang berasal dari suku kata harmonis mendapat sisipan 'is' dalam ucapan Vicky. Entah bagaimana pria ini kerap berkomunikasi dengan kata-kata yang salah namun tetap dipercaya. Yang menjadi pertanyaan, apakah lawan bicaranya tidak menyadari semua kesalahan yang ia buat?

6. Mengkudeta Keinginan
KapanLagi.com - Karakter seseorang bisa dikenali dari gaya bahasa yang digunakannya. Vicky yang kerap menggunakan kata-kata muluk dan terlalu meninggikan diri, seharusnya bisa dengan mudah dikenali kesalahan yang ia lakukan.
KapanLagi.com - Vicky menggunakan kata-kata ini seolah tidak ingin mempersuram masa depan Zaskia Shinta. Namun apa jadinya jika kata-kata seperti ini hanya sekedar janji palsu?

7. Mempersuram Statutisasi
KapanLagi.com - Vicky menggunakan kata-kata ini seolah tidak ingin mempersuram masa depan Zaskia Shinta. Namun apa jadinya jika kata-kata seperti ini hanya sekedar janji palsu?

8. Mensiasati Kecerdasan
KapanLagi.com - Dengan kemampuan bahasa yang terbatas, harus diakui Vicky memiliki kecerdasan tersendiri untuk menipu korbannya. Tampaknya ini karena kemampuannya bersiasat dan mempengaruhi korban yang mudah untuknya. Namun ada pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga.

9. Labil Ekonomi
KapanLagi.com - Dengan segala sepak terjang yang ia lakukan, Vicky seharusnya sadar ia merupakan orang yang tidak stabil dalam hal ekonomi. Karena itu ia memilih merayu wanita dan menjanjikan kemewahan, padahal yang terjadi bisa saja sebaliknya.

10. Inpest
KapanLagi.com - Selain video wawancara saat lamaran dengan Zaskia Shinta. Vicky pernah mencalonkan diri menjadi kepala desa meski juga berakhir dengan kegagalan karena janji palsu. Dalam video kampanye yang dilakukannya, terlihat bagaimana Vicky memaksakan susunan tata bahasa Indonesia, dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.

Kontroversi hati
Arti kata "kontroversi" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah "perdebatan" atau "persengketaan" atau "pertentangan". Namun, kata ini biasanya muncul pada sebuah kejadian yang memang besar, misalnya hal-hal sensitif terkait suku, ras, dan agama; atau hukum yang memang menimbulkan perdebatan antara satu pihak dengan pihak lain.
Oleh karena itu, penggunaannya jadi berlebihan jika "hanya" dikaitkan pada persoalan isi hati, walaupun dunia sastra tidak asing dengan kata-kata "pertentangan batin". Namun, tidak menggunakan kata "kontroversi".
"Kontroversi" pun punya sifat khusus. Yang namanya perdebatan biasanya melibatkan dua hal, walaupun itu seseorang dengan dirinya sendiri. Oleh karenanya, kata itu biasanya hadir tanpa diikuti dengan kata lain. Misalnya, "Keputusan itu pun akhirnya menimbulkan kontroversi", atau "Kontroversi mengenai peraturan itu ternyata belum tuntas", atau "Aborsi masih menimbulkan kontroversi, antara yang setuju dan yang tidak".
Tidak ada kata benda atau nomina yang langsung menempel di belakangnya kan, seperti halnya "kontroversi hati"?
Jadi, setidaknya ada dua alasan mengapa ada rasa yang janggal dengan kata-kata itu. Pertama, kata itu digunakan untuk membicarakan hal apa, dan apakah jadinya berlebihan? Kedua, adanya kebiasaan bahwa kata "kontroversi" tidak langsung diikuti kata lain, kata benda atau nomina.

Konspirasi kemakmuran
Lagi-lagi kata yang digunakan tidak sesuai dengan pokok persoalannya. Jika kita kembali ke KBBI, "konspirasi" berarti "persekongkolan". Kata dasar "sekongkol" berarti "orang yang turut serta berkomplot melakukan kejahatan".
Makanya, jangan heran kalau di sinetron ada potongan dialog yang misalnya berbunyi, "Jangan-jangan kamu bersekongkol dengan laki-laki itu". Ini karena kemungkinan memang ada kejahatan di sana.
Lalu, apakah konspirasi kemakmuran (yang berarti keadaan makmur) dalam ucapan Vicky lantas berarti ada persekongkolan dalam meraih kemakmuran?

Harmonisisasi
Kata ini muncul pada kalimat "Kita belajar harmonisisasi dari hal terkecil sampai hal terbesar..." "Harmonisisasi" tentu tidak ada. Yang ada adalah "harmonisasi" dari kata harmoni (keselarasan) yang mendapat sufiks -isasi (ada juga -asi) yang berarti proses. Jadi, untuk yang satu ini, Vicky kelebihan "-isasi".
Kita tidak boleh ego
Ego artinya aku, diri pribadi, atau rasa sadar akan diri sendiri. Yang tepat adalah "Kita tidak boleh egois", atau berarti kita tidak boleh (menjadi) orang yang selalu mementingkan diri sendiri.

Mengkudeta 
Mengkudeta (mengudeta) yang menjadi keinginan
Ini kembali lagi bicara soal di mana kata itu sepatutnya digunakan. Soalnya, "kudeta" berarti "perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa" seperti ketika sebuah negara meminta presidennya mundur dari kekuasaan. Artinya tidak bisa diganti karena meminjam dari kata bahasa Perancis (coup d'État) yang bermakna sama.

"Twenty nine my age ya"
Hal ini rupanya juga kerap muncul di sejumlah forum guru bahasa Inggris. Pengguna forum merasa ada yang aneh ketika anak didiknya menggunakan kata "age" pada pertanyaan "Berapa umurmu". Misalnya, "My age is 29".

Kenapa janggal? Ini tak lain karena keberadaan "age" dan angka usia dalam kalimat bahasa Inggris akan menjadikannya berlebihan. Penyebutan "twenty nine my age ya" memang berbahasa Inggris, tetapi menggunakan struktur bahasa Indonesia (dua puluh sembilan, umur saya). Sementara itu, dalam bahasa Inggris, penyebutannya hanya "I'm 29", tidak pakai "age".


Mempertakut

Nah kali ini ternyata Vicky tidak salah, walau kata tersebut terdengar tidak enak dan kemungkinan besar tidak lazim. Kok bisa? KBBI memasukkan kata "mempertakut" dalam pengimbuhan yang berarti "menimbulkan rasa takut pada..." atau "menakuti", atau "menjadikan lebih takut".

Statusisasi
Kalau yang ini lagi-lagi urusan -isasi (proses). Kata "status" berarti "keadaan atau kedudukan (orang, badan, dan sebagainya) dalam hubungan dengan masyarakat di sekelilingnya". Oleh karena itu, jika Vicky mengatakan "mempertakut statusisasi keluarga dia," maka itu tidak perlu pakai -isasi segala karena statusnya tidak butuh proses.

Labil ekonomi
Dengan sekian usaha menyematkan logika dalam penyusunan kata-kata yang walau akhirnya amburadul ini, sepertinya pada "frasa" terakhir tersebut, Vicky salah ucap. Mungkin maksudnya "stabil".
Yang jelas, "labil" berarti "goyah" dan dengan demikian akan sulit dimaknai jika disandingkan dengan kata "ekonomi" menjadi "goyah ekonomi".
Sutan Takdir Alisjahbana, salah satu ahli bahasa Indonesia, menyebutkan bahwa kata-kata dalam bahasa Indonesia lazimnya menggunakan hukum diterangkan-menerangkan (DM). Misalnya, "status ekonomi", yang dalam hal ini kata "status" sebagai yang diterangkan (D), dan kata "ekonomi" adalah yang menerangkan (M).
Contoh lainnya adalah "rumah baru", "muka bulat", dan sebagainya yang tidak mungkin menjadi MD sehingga berbunyi "baru rumah" atau "bulat muka". Oleh karenanya, "labil ekonomi" tidak menggunakan hukum kata-kata DM dalam bahasa Indonesia, kecuali jika dibalik menjadi "ekonomi labil" (ekonomi goyah).

Sumber : - http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/10-kosataka-ajaib-vicky-mantan-tunangan-                   zaskia-shinta-4c125c.html
              - TRIBUNJOGJA.COM

Kamis, 17 Oktober 2013

Ejaan Yang Disempurnakan dan Tanda Baca

BEKASI SELATAN – Tim Futsal Pra Porda Kota Bekasi, babak belur dihajar tim Futsal Nasional 8-1 kemarin, di lapangan Keke Futsal Kota Bogor. Pelatih kepala, Sayan Karmadi mengaku masih lemahnya finishing anak-anak asuhnya membuat timnya kalah dengan skor telak.
Menurut mantan pemain Sea Games XXVI 2011 lalu, sedikitnya lima peluang, yang harusnya berbuah gol di babak pertama dan kedua gagal dimaksimalkan anak-anaknya. Finishing anak-anak terlihat buru-buru dan tidak tenang, saat melawan tim yang berbeda level.
’’Lima peluang seharusnya bisa dimaksimalkan, namun finishing masih belum maksimal, dan itu menjadi evaluasi kami,” terang pelatih tim futsal Pra Porda Kota Bekasi, Sayan Karmadi saat dihubungi Radar Bekasi kemarin (15/10).
Diakuinya level Timnas memang jauh di atas tim Pra Porda Kota Bekasi, namun setidaknya laga uji coba ini bisa menambah jam terbang tim, yang akan menghadapi Pra Pekan Olahraga Daerah (Porda) nanti. Sebelumnya, anak-anak Sayan, unggul di dua laga uji coba dengan tim sepadan Pra Porda Kota Bogor 2-1 dan klub Futsal Biang Bola 2-1.
’’Cukup wajar jika kami kalah telak dari timnas, Karena memang level mereka jauh di atas tim. Dan dari awal kami menegaskan bahwa laga uji coba melawan timnas tidak melihat hasil, tapi pengalaman serta permainan tim yang bisa kita benahi dan evaluasi,” terangnya.
Sambungnya, Satrio dan kawan-kawan sudah maksimal dalam laga uji coba melawan timnas. Diakuinya, untuk defens sudah maksimal hanya saja body contact saat melawan Timnas memang masih lemah selain di finishing.
’’Dengan usia yang relatif masih muda dan bisa unggul di laga sepadan sebelumnya, di Porda nanti kita tidak khawatir, hanya saja next kita coba tim pro, yang mungkin lebih baik untuk laga uji coba mematangkan tim dan menambah jam terbang mereka,” tandasnya. (one)

Kesalahan penulisan:

Babak belur dihajar: seharusnya menggunakan tanda kutip dua (“) karena itu untuk perumpamaan yang tidak sebenarnya.
Pelatih kepala : seharusnya kepala pelatih.
tenang, saat: penggunaan tanda baca koma yang tidak diperlukan. Begitu juga dengan kalimat “tim, yang”.
timnas: Penggunaan kata Timnas seharusnya menggunakan huruf awal kapital, karena singkatan dari Tim Nasional.
Kata “Karena” setelah timnas itu seharusnya menggunakan huruf awal kecil, karena kata tersebut ada setelah tanda baca koma dan hanya sebagai penjelasan.
Defens: kesalahan pengetikan, seharusnya defense yang artinya pertahanan. Apabila ingin menggunakan kata resapan dari bahasa inggris, seharusnya kata tersebut dimiringkan (Italic).

Sumber:
Radar Bekasi.

Jumat, 04 Oktober 2013

Pentingnya Berbahasa Yang Baik dan Benar Dalam Dunia Sistem Informasi

(Dita Nur Intan Putri - 12111188 - 3KA32)

Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad, disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus.Penggunaan bahasa itu sendiri berbeda pada setiap masyarakat dan memiliki aturan yang berbeda pula pada masing-masing pemakaian bahasanya. Sebagai rakyat Indonesia, sudah menjadi kewajiban dan sudah menjadi hal yang lazim pada semua kalangan masyarakat di Indonesia untuk menggunakan Bahasa Indonesia. Dalam bahasa itu sendiri terdapat keragaman bahasa yang memiliki makna sebagai berikut : Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.
Penggunaan Bahasa Indonesia dalam masyarakat kita ini terutama di Ibu Kota Jakarta memang sudah lazim digunakan, namun banyak yang tidak menggunakan aturan berbahasa Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sementara aturan dalam Bahasa Indonesia sendiri bervariasi dalam penggunaannya. Pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik benar dalam masyarakat kita diperlukan sebagai penyetaraan dalam bersosialisasi dengan sesama rakyat Indonesia.
Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku. Ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, yaitu ragam bahasa lisan, dan ragam bahasa tulis. Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap dengan fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulis.
Dalam lingkungan yang lebih kecil lagi, yaitu di dalam dunia perkuliahan, khususnya pada bidang Sistem Informasi, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sangatlah diperlukan. Dalam Sistem Informasi itu sendiri terdapat beberapa aspek yang membutuhkan tata bahasa yang benar. Seperti halnya pada pemrograman dibutuhkan struktur bahasa yang benar sehingga dapat mempermudah dalam penerapannya. Kesalahan bahasa dalam penyampaian informasi dapat berdampak buruk bagi semua penerimanya, maka dari itu penggunaan tata bahasa itu sendiri haruslah sangat diperhatikan. Dalam bidang sistem informasi itu sendiri terdapat banyak pembahasan mengenai informasi-informasi dan tekhnik pengolahannya. Tentunnya akan sangat dibutuhkan olah bahasa yang baik pula untuk penyampaian sistem itu sendiri. Kesimpulan dari artikel ini adalah betapa pentingnya penggunaan bahasa yg kita gunakan dalam bidang apapun, karena jika terdapat kesalahan dalam penggunaannya akan menimbulkan kesalah pahaman terhadap hal yang dimaksudkan terlebih dalam bidang sistem informasi. Yang memiliki cukup luas cakupan pembahasan mengenai penyampaian informasi itu sendiri sehingga harus sangat diperhatikan dalam penyampaiannya.





sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa
http://definisimu.blogspot.com/2012/10/definisi-bahasa.html
http://t_wahyu.staff.gunadarma.ac.id/

Sabtu, 28 September 2013

Esai

(Dita Nur Intan Putri - 12111188 - 3KA32)

Pengertian Esai Dan Ciri-Cirinya
Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan â??sayaâ? dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.
Tipe-Tipe Esai Ada enam tipe esai, yaitu :
1. Esai Deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
2. Esai Tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
3. Esai Cukilan Watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
4. Esai Pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan â??Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidupâ?. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.
5. Esai Reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
6. Esai Kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.

Bagian Esai
Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu: • Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
• Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
• Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.

Ciri-ciri Esai
1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.

Langkah-langkah pembuatan esai
Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:
1. Menentukan tema atau topik
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.

Cara mengembangkan kerangka karangan esai
1. Untuk memudahkan karangan, mulailah dengan sebuah definisi;
2. Kembangkan karangan dengan deskripsi situasi;
3. Masukan pandangan seorang ahli;
4. Buatlah kalimat-kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara atau bertingkat dengan struktur yang sederhana;
5. Untuk memudahkan menguraikan paragraf gunakan paragaraf-paragraf deduktif;
6. Esai biasa adalah karangan argumentasi.

Contoh kumpulan buku esai sastra yang bisa dijadikan referensi adalah, Menjadi Manusia karya Yakob Sumarjo, Si Parasit Lajang karya Ayu Utami, Obsesi Perempuan Berkumis karya Budi Darma. Anda juga bisa melihat contoh esai sastra di media massa seperti Kompas, Pikiran Rakyat, dan lain-lain yang biasa muncul hari Minggu di lembar budaya. Di lembar Khazanah koran Pikiran Rakyat sering muncul esai sastra atau kritik sastra.
GURATAN-GURATAN TINTA PANAS KECURANGAN
oleh : Wahyu Susilo Wati
Di dalam kehidupan ini, banyak aktivitas insan manusia yang dilakukan untuk mengisi kehidupan mereka. Baik aktivitas untuk memenuhi kebutuhan rohani maupun aktivitas untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Ada yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Namun kenyataan riilnya, banyak insan manusia yang cenderung memilih untuk berbuat negatif. Salah satu diantaranya berasal dari kalangan pelajar di dunia ini. Apabila mereka mendapat tugas ataupun saat ulangan maupun ujian, kebanyakan dari mereka membudayakan kegiatan menyontek.
Di kalangan para pelajar saat ini, mereka justru berfikir cepat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dengan mencontek. Padahal kegiatan itu sebenarnya membangun karakter yang tidak baik. Apalagi jika kegiatan itu di budidayakan dalam setiap perbuatan, maka tak salah lagi jika mereka justru kian sulit meninggalkan kegiatan tersebut.
Sebenarnya mencontek itu di dasari oleh beberapa faktor. Antara lain karena faktor terpaksa. Para pencontek-pencontek ulung tersebut terpaksa mencontek karena mungkin dia menginginkan untuk mendapat nilai bagus. www.elangajib.com Ada pula faktor lain yang melatarbelakangi mencontek, yaitu karena mereka telah terbiasa dengan kegiatan itu. Padahal mencontek itu adalah kebiasaan yang buruk. Namun, di kehidupan ini justru mencontek kian marak di kalangan pelajar. Seperti mencontek PR ataupun tugas-tugas yang diberikan oleh Bapak Ibu Guru, mencontek saat Ujian Nasional berlangsung. Banyak kasus yang sering beredar di kalangan remaja pelajar, salah satunya yaitu mencontek. Bahkan prosentase mencontek pada saat Ujian berlangsung kian membengkak tiap tahunnya. Apabila kegiatan ini terus berkembang di kalangan pelajar kita, maka bagimana keadaan pendidikan di Negara ini selnjutnya ?
Menurut ajaran Islam, mencontek sama halnya seperti mencuri. Padahal, mencuri itu adalah hal yang dilarang, bahkan diharamkan oleh ajaran Islam karena mengakibatkan korban menderita. Begitupun juga dengan mencontek. Jadi pada dasarnya, mencontek itu adalah kegiatan menyalin hasil pekerjaan orang lain dan mencuri hasil pekerjaan orang lain tanpa seizing pemiliknya.
Di Indonesia sekarang ini, membutuhkan generasi baru yang jujur dan bertanggung jawab. Karena, kehidupan bangsa dan negara saat ini penuh dengan coretan keburukan, seperti maraknya korupsi, penyuapan, penggelapan uang Negara, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, mulailah hidup tanpa mencontek, budayakanlah kejujuran. Agar bangsa dan Negara ini menjadi Negara yang jujur.

Sumber: http://www.pemustaka.com/pengertian-esai-dan-ciri-cirinya.html http://www.elangajib.com/2013/01/contoh-esai.html#chitika_close_button

Contoh esai – Pendeskripsian Diri sendiri
Perkenalkan, nama saya Dita Nur Intan Putri. Saya biasa dipanggil oleh teman-teman saya Dita, tetapi dirumah saya biasa dipanggil Intan. Saya lahir diBekasi, 20 tahun yang lalu, tepatnya pada 25 Juni 1993. Saya dilahirkan dan dibesarkan dengan keluarga yang cukup, sederhana, dan bahagia, dan sampai saat ini Alhamdulillah orang tua saya masih lengkap dan sehat. Saya adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Saya memiliki 1 kakak laki-laki dan 1 adik perempuan. Kakak saya saat ini umurnya sudah 23 tahun, sedangkan adik saya 16 tahun. Memulai pendidikan pada umur 4 tahun di Taman Kanak-kanak Dahlia di Bekasi, merasakan pendidikan TK selama 2 tahun lamanya. Setelah umur saya cukup untuk melanjutkan sekolah, saya pun didaftarkan oleh orang tua saya di sebuah SD Negeri didekat rumah saya, yaitu, SD Negeri 13 Bekasi, hanya berlangsung beberapa bulan saya sekolah berdekatan dengan rumah, pada saat saya kelas 1(semester2) rumah saya pindah dan jarak dari sekolah pun sangat berjauhan, dan dari sini saya dilatih untuk mandiri oleh orang tua saya, dengan menaiki kendaraan angkutan umum dan jalan kaki saya setiap hari menempuh perjalanan ke tempat saya sekolah, begitupun ketika saya sudah memasuki tahap sekolah selanjutnya, SMP. Ketika SMP saya besekolah di SMP Negeri 11 Bekasi, dan disaat itu pula saya memilih untuk mengikuti ekstrakulikuler(Eskul), saya memilih PASKIBRA sebagai eskul yang akan saya jalani selama kurang lebih 3 tahun. Di paskibra, saya diajarkan banyak hal untuk melatih pribadi menjadi lebih baik, salah satunya disiplin dan tepat waktu. Sampai saat ini, ketika saya sudah kuliah saya masih aktif dalam kegiatan paskibra di SMP saya. Setelah lulus saya memilh melanjutkan sekolah di SMK Karya Guna 2 Bekasi. Disekolah ini saya mendapatkan jurusan Akuntansi, padahal ketika mendaftar bukan jurusan ini yang saya pilih. Dan lagi-lagi saya memilih untuk melanjutkan ilmu eskul saya, yaitu paskibra. Tetapi saya hanya aktif selama 1 tahun, dikarenakan fisik saya yang sudah lemah ketika latihan terus, contohnya mudah sakit dan pingsan. Berbeda dengan sewaktu SMP yang setiap tahun saya mempunyai teman-teman kelas yang baru, tapi disini selama 3 tahun saya 1 kelas dengan teman-teman saya yang tidak berubah-ubah. Selama 3 tahun saya belajar ilmu akuntansi, hitung menghitung yang setiap hari harus membawa kalkulator. Walaupun jurusan ini tidak sesuai dengan keinginan saya pada saat awal mendaftar, tetapi saya tetap senang dan menjalankan kegiatan saya setiap harinya. Setelah lulus dari SMK, saya memilih melanjutkan kuliah karena disuruh orang tua saya, padahal keinginan saya itu langsung kerja. Saya memilih kampus Universitas Gunadarma, dengan mendaftarkan diri lewat jalur regular saya menjalani awal kuliah saya disini. Memilih jurusan Sistem Informasi karena ini berhubungan dengan komputer dan juga yang saya tahu Jurusan Sistem Informasi di Univ.Gunadarma itu sangat banyak peminatnya. Menjalani semester 1 bersama teman-teman baru dikelas 1KA30, bukan hanya teman baru dikelas, tetapi teman-teman baru di kampus. Waktu tidak terasa, sampai saat ini saya sudah memasuki semester 5, dan semester 6 nanti saya akan dihadapi dengan kewajiban PI(Penelitian Ilmiah). Hanya tinggal 3 semester lagi saya menempuh pendidikan di Gunadarma, semoga bisa lulus tepat waktu 4 tahun dengan IPK yang cukup dan ilmu yang banyak. Begiulah kira-kira pendeskripsian tentang diri saya dan keseharian saya, mohon maaf jika ada tulisan yang masih kurang. Terima kasih.

Selasa, 18 Juni 2013

Analisa Mengenai Perilaku Konsumen pada setiap Produk

(Dita Nur Intan Putri - 12111188 - 2KA32)

Kali ini, saya akan membahas tentang perilaku konsumen pada setiapproduk yang mereka pernah coba. Mungkin banyak perbedaan-perbedaan atau kekurangan dan kelebihan disetiap produk. Maka dari itu, saya akan membahas atau membandingkan tentang sebuah restaurant yang biasa dikunjungi oleh kebanyakan orang disetiap daerah. KFC dan AW.

Setiap konsumen yang membeli atau menggunakan produk tertentu pasti memliki pertimbangan akan kebutuhannya. Berikut adalah beberapa kebutuhan konsumen, diantaranya :
1. Kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan rasa aman
3. Kebutuhan untuk merasa memiliki
4. Kebutuhan untuk harga diri
5. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri.

Adapun Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumen, adalah :
a. Faktor Eksternal
Faktor Sosial (grup, family influence,Roles and status)
Faktor Cultural (subculture and social class)
b. Faktor Internal
c. Faktor Psikologi.

Selanjutnya kita akan membahas perbandingan 2 brand dengan jenis produk yang sama. Misal kita ambil 2 restaurant fast food ternama bukan hanya di Indonesia, tapi juga diseluruh dunia.


dan


Dua brand tersebut memang sangat terkenal dan cabangnya tersebar bahkan ke seluruh Indonesia. Orang Indonesia banyak yang menggemari makanan fast food. Mungkin karena menurut mereka praktis karena makanan ini merupakan termasuk makanan cepat saji. Dan biasanya dua brand ini selalu ramai dipenuhi pengunjung. Lalu apa sih kira-kira perbedaan dan persamaan dari KFC dan AW ? Dan inilah pembahasannya.

SEJARAH

KFC (Kentucky Fried Chicken) :

Kentucky Fried Chicken  ini didirikan oleh Colonel Harland Sanders (lahir pada 9 September 1890) pada usia enam puluh lima. KFC ® merupakan salah satu bisnis terbesar global industri pelayanan makanan dan secara luas dikenal di seluruh dunia sebagai wajah Colonel Sanders.
Setiap tahun, lebih dari satu miliar chicken dinner KFC ® dilayani menampilkan Colonel’s “finger lickin’ good” special recipe. Saat ini Kolonel telah menyebarkan industrinya untuk lebih dari delapan puluh negara dan teritori di seluruh dunia.
(baca selengkapnya : http://terselubung.blogspot.com/2012/01/sejarah-kfc.html )

AW (All Amreican Food) : 

A&W Restaurants adalah jaringan restoran siap saji yang tersebar di seluruh dunia. Waralaba perusahaan ini dikelola oleh Yum! brands. Restoran ini pertama kali dibuka di California pada tahun 1919. Produk yang dijual adalah A&W Root Beer, ayam goreng, burger maupun nugget. Di Indonesia, A&W memiliki lebih dari 200 outlet yang tersebar di kota besar maupun kecil.
(baca selengkapnya : http://id.wikipedia.org/wiki/A%26W_Restaurants )

Menurut saya pribadi, kedua brand ini memiliki produk dengan keunggulannya masing-masing.
Persamaan diantara dua brand ini diantaranya :
1. Memiliki produk utama yang sama, yakni fried chicken atau ayam goreng yang diberi tepung bumbu khusus ala racikan para penciptanya.
2. Memilik varian menu yang beragam, sehingga pengunjung tidak hanya disuguhkan menu ayam goreng saja, seperti minuman, eskrim, kentang goreng, dll.
3. Selalu ada penambahan menu dan berbagai produk baru.
4. Tersebar luas dimana-mana.
5. Sama-sama memiliki kenyamanan pada saat anda sedang bersantai.

Sedangakan beberapa perbedaannya adalah :
Saya tidak tahu dengan jelas seperti apa perbedaan antara KFC dengan AW, dikarenakan saya jarang sekali menginjungi AW. Mungkin yang sangat familiar adalah :
1. Perbedaan harga antar KFC dan AW, menurut saya lebih murah di KFC
2. Rasa dari ayam goreng yang dimasak dengan gumpalan tepung dan resep bumbu rahasia dari masing-masing restoran.
3. Di KFC ada Hotspot atau semacam Wi-Fi yang disediakan untuk para pengunjung, sedangkan di AW tidak ada.
Mungkin itulah sedikit ulasan mengenai perbandingan 2 brand dari jenis produk yang sama. Kebutuhan setiap individu berbeda, sehingga tak ada alasan untuk saya menentukan mana yang lebih baik.
Karena memang setiap produk yang dibuat oleh produsen adalah berdasarkan permintaan dan minat pasar. Jadi, pintar-pintarlah mengatur strategi dalam berbisnis.

Sekian penjelasan dari saya, kurang lebihnya mohon maaf, terima kasih.